Dijalanku, ku diiring oleh Yesus TUHAN-ku
apakah yang kurang lagi, jika Dia panduku
diberi damai surgawi agar jiwaku tenang
suka duka dipakaiNya untuk kebaikanku
suka duka dipakaiNya untuk kebaikanku
Pagi ini tanpa sadar saya mendendangkan lagu ini berulang-ulang sebelum akhirnya menyadari bahwa TUHAN tidak menjanjikan suka-suka dipakainya untuk kebaikan saya, melainkan suka-duka dipakainya untuk kebaikan saya, karena itu dalam segala hal, dalam SEGALA hal haruslah mengucapkan syukur. Ucapan syukur tersebut bukan karena hal itu, melainkan karena dalam segala hal, suka maupun duka, baik maupun buruk, TUHAN bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi saya. Situasi-situasi yang harus saya hadapi, ada, karena di dalamnya kuasa TUHAN bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi saya. Seandainya saya mampu untuk melihat melalui sudut pandang ini dan selalu menyadari bahwa segala sesautu bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang dipanggil dan dikasihiNya, dan saya adalah bagian dari komunitas yang seharusnya menyadari hal itu sebagai sebuah fakta iman, yaitu Kristus, mati untuk menyelamatkan saya, dan kebangkitanNya adalah jaminan bahwa Ia adalah Sang Mesias, Ia adalah TUHAN sendiri dalam wujud manusia, maka tidak ada satupun yang dapat membuat saya meragukan kasihNya dalam keadaan apapun.
Ah.. betapa seringnya saya mempertanyakan kebaikanNya, betapa seringnya saya meragukan kasihNya, hanya karena saya selalu melihat dari sudut pandang yang terbatas ini, karena saya gagal untuk langsung menyadari bahwa Ia ada dan menolong saya dan bekerja dalam situasi apapun.
---
Bapa Surgawi di dalam TUHAN Yesus Kristus, mampukan aku untuk selalu menyadari sebuah fakta iman bahwa Engkau ada walaupun aku dalam kemanusiaan yang fana dan bebal ini seringkali tak mampu merasakan kehadiran hadiratMu. Namun Engkau ada, itu adalah kebenaran yang sesungguhnya, apakah aku mampu merasakannya atau tidak, apakah aku mampu mengerti atau tidak. Aku tahu, Engkau ada disampingku dalam setiap keadaan.
Terimakasih TUHAN untuk penyertaanMu.

[ ... ]
apakah yang kurang lagi, jika Dia panduku
diberi damai surgawi agar jiwaku tenang
suka duka dipakaiNya untuk kebaikanku
suka duka dipakaiNya untuk kebaikanku
Pagi ini tanpa sadar saya mendendangkan lagu ini berulang-ulang sebelum akhirnya menyadari bahwa TUHAN tidak menjanjikan suka-suka dipakainya untuk kebaikan saya, melainkan suka-duka dipakainya untuk kebaikan saya, karena itu dalam segala hal, dalam SEGALA hal haruslah mengucapkan syukur. Ucapan syukur tersebut bukan karena hal itu, melainkan karena dalam segala hal, suka maupun duka, baik maupun buruk, TUHAN bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi saya. Situasi-situasi yang harus saya hadapi, ada, karena di dalamnya kuasa TUHAN bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi saya. Seandainya saya mampu untuk melihat melalui sudut pandang ini dan selalu menyadari bahwa segala sesautu bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang dipanggil dan dikasihiNya, dan saya adalah bagian dari komunitas yang seharusnya menyadari hal itu sebagai sebuah fakta iman, yaitu Kristus, mati untuk menyelamatkan saya, dan kebangkitanNya adalah jaminan bahwa Ia adalah Sang Mesias, Ia adalah TUHAN sendiri dalam wujud manusia, maka tidak ada satupun yang dapat membuat saya meragukan kasihNya dalam keadaan apapun.
Ah.. betapa seringnya saya mempertanyakan kebaikanNya, betapa seringnya saya meragukan kasihNya, hanya karena saya selalu melihat dari sudut pandang yang terbatas ini, karena saya gagal untuk langsung menyadari bahwa Ia ada dan menolong saya dan bekerja dalam situasi apapun.
---
Bapa Surgawi di dalam TUHAN Yesus Kristus, mampukan aku untuk selalu menyadari sebuah fakta iman bahwa Engkau ada walaupun aku dalam kemanusiaan yang fana dan bebal ini seringkali tak mampu merasakan kehadiran hadiratMu. Namun Engkau ada, itu adalah kebenaran yang sesungguhnya, apakah aku mampu merasakannya atau tidak, apakah aku mampu mengerti atau tidak. Aku tahu, Engkau ada disampingku dalam setiap keadaan.
Terimakasih TUHAN untuk penyertaanMu.




